| Nama ilmiah | Calliophis intestinalis |
|---|---|
| Nama lain | ular cabe, ular koral malaya berpita |
| Tingkat bahaya | Bisa berbahaya |
| Ukuran umum | Kecil dan ramping, umumnya jauh di bawah 1 meter |
| Habitat | Serasah hutan, kebun, dan pekarangan lembap di Sumatra, Mentawai, Jawa, dan Kalimantan |
| Aktivitas | Lebih sering bersembunyi di bawah serasah, jarang terlihat |
| Serum anti bisa | Gigitan sangat jarang dilaporkan. Jika terjadi, segera ke IGD dan biarkan dokter menentukan terapi. |
Ular cabai berukuran kecil, tetapi termasuk kelompok Elapidae yang sama dengan kobra dan krait. Warna kontras yang mencolok sering menarik rasa penasaran orang, terutama anak-anak.
Ciri-ciri
- Tubuh kecil dan sangat ramping.
- Warna gelap dengan garis atau bagian berwarna oranye hingga merah.
- Sering ditemukan di bawah daun kering, batu, atau pot tanaman.
Perilaku
Pemalu dan lebih suka bersembunyi. Gigitan sangat jarang dilaporkan, tetapi bukan berarti ular ini aman disentuh. Warna cerah menjadi sinyal peringatan.
Seberapa berbahaya
Sebagai anggota Elapidae, bisanya dapat memengaruhi saraf. Karena data kasusnya terbatas, perlakukan setiap gigitan sebagai darurat dan segera ke IGD.
Jika bertemu
- Jangan dipegang meskipun kecil dan tampak "cantik".
- Jauhkan anak dari area serasah dan pot tanaman yang jarang dibersihkan.
- Hubungi petugas bila ular masuk bangunan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah ular kecil lebih aman?
Tidak. Ukuran kecil bukan jaminan aman. Anak ular berbisa pun berbahaya.
Kenapa disebut ular cabai?
Karena warna oranye-merah pada tubuhnya menyerupai warna cabai.