Gigitan ular adalah keadaan darurat medis. Pertolongan pertama yang benar tidak mengeluarkan bisa dari tubuh, tetapi memperlambat penyebarannya sambil korban dibawa secepat mungkin ke fasilitas kesehatan. Menurut pemberitaan yang mengutip data WHO, sekitar 81.000 hingga 138.000 orang meninggal setiap tahun akibat gigitan ular di dunia, dan jumlah yang mengalami cacat permanen atau amputasi bisa tiga kali lebih banyak.
Dalam keadaan darurat
Hubungi 112 atau segera bawa korban ke IGD. Jangan menunggu gejala muncul. Versi interaktif dengan pencatat waktu ada di halaman pertolongan pertama.
Langkah pertolongan pertama
- Jauhi ular dan tetap tenang. Menjauh agar tidak digigit lagi. Panik membuat jantung berdetak cepat dan dapat mempercepat penyebaran bisa.
- Minta bantuan dan siapkan transportasi ke IGD. Pilih rumah sakit yang memiliki serum anti bisa ular. Serum umumnya tersedia di rumah sakit dan jarang di puskesmas.
- Imobilisasi bagian yang digigit. Gerakan otot membantu bisa menyebar lewat getah bening. Gunakan bidai (kayu, bambu, atau kardus) atau perban elastis yang tidak terlalu ketat, seperti pada patah tulang. Korban sebaiknya berbaring dan tidak berjalan sendiri.
- Lepas cincin, gelang, jam, dan sepatu ketat sebelum bengkak muncul.
- Jangan membersihkan luka secara berlebihan. Sisa bisa pada kulit dapat membantu tenaga medis mengenali jenis ular. Cukup tutup longgar dengan kain bersih.
- Catat waktu gigitan dan ciri ular. Foto ular dari jarak aman bila memungkinkan. Jangan menangkap atau membunuh ular untuk dibawa.
7 kesalahan fatal
- Menyedot luka. Menurut pedoman Kemenkes yang dikutip media, tidak efektif dan tidak dianjurkan.
- Menyayat atau menusuk luka. Menambah risiko perdarahan dan infeksi.
- Mengikat kencang atau memakai torniket. Pernah dilaporkan korban gigitan di leher yang diikat tali dan kesulitan bernapas karena tercekik, bukan karena bisa.
- Memberi ramuan, minyak gosok, es, atau bahan hangat. Tidak ada cara tradisional yang terbukti mengeluarkan bisa.
- Menangkap atau membunuh ular. Meningkatkan risiko gigitan kedua dan menunda pertolongan.
- Menunda ke IGD karena merasa baik-baik saja. Beberapa jenis bisa baru bekerja belakangan, lihat weling dan welang.
- Berpindah-pindah tempat berobat atau ke pengobatan alternatif dulu. Tanyakan rumah sakit dengan serum sejak awal.
Apa yang terjadi di rumah sakit
Dokter menilai gejala, mengamati korban untuk perkembangan, dan memberikan serum anti bisa bila terindikasi. Pemberian serum dapat menimbulkan reaksi tertentu, sehingga korban umumnya diobservasi di rumah sakit hingga sekitar 24 jam. Lihat penjelasan serum anti bisa ular.
Setelah korban ditangani
Ular yang menggigit mungkin masih berada di sekitar lokasi. Jangan didekati. Hubungi petugas berpengalaman: penanganan ular berbisa.
Pertanyaan umum
Apakah semua gigitan ular perlu ke rumah sakit?
Ya, untuk dinilai. Tidak semua gigitan mengandung bisa, tetapi tidak ada cara memastikan di lokasi. Anggap berisiko sampai diperiksa tenaga kesehatan.
Apakah posisi tangan atau kaki perlu diangkat?
Prinsipnya imobilisasi dan jangan banyak digerakkan. Ikuti arahan tenaga medis soal posisi. Jangan memijat atau mengurut.
Bolehkah korban makan atau minum?
Pada kasus bisa saraf, korban dapat sulit menelan. Ikuti arahan tenaga medis; fokus utama adalah segera ke IGD.
Rujukan
- Pertolongan pertama saat tergigit ular kobra (Antara)
- Mitos vs fakta pertolongan pertama gigitan ular (detikJabar)
- Pertolongan pertama dan pengobatan gigitan ular (RRI)
- Digigit ular jangan diikat atau disedot (JPNN)
- Bukan direndam air garam (detikHealth)
Artikel ini bersifat edukasi. Untuk kondisi medis, segera hubungi tenaga kesehatan. Untuk ular di lokasi Anda, hubungi petugas berpengalaman, jangan ditangani sendiri.