Menilai apakah gigitan ular berbahaya dari bentuk lukanya saja tidak dapat diandalkan. Tenaga kesehatan memerlukan riwayat kejadian, pemeriksaan fisik, dan terkadang pemeriksaan penunjang. Bagi orang awam, aturan paling aman sederhana: anggap setiap gigitan ular sebagai gigitan berisiko sampai dokter menyatakan sebaliknya.
Bekas gigitan
Gigitan ular berbisa sering meninggalkan satu atau dua lubang kecil akibat taring, sedangkan ular tidak berbisa cenderung meninggalkan deretan gigi kecil. Namun:
- Taring dapat meleset sehingga bekasnya tidak khas.
- Luka dari ular yang tidak berbisa bisa terlihat serius, dan sebaliknya luka kecil dapat menyembunyikan gigitan yang berbahaya.
- Dalam kondisi panik, bekas gigitan sulit dinilai.
Karena itu, jangan menunda ke IGD untuk "memastikan" lewat bentuk luka.
Jenis bisa dan efeknya
Bisa ular dapat mengandung beberapa jenis racun yang bekerja pada sistem berbeda, antara lain racun saraf (neurotoksin), racun darah (hemotoksin), racun jaringan (sitotoksin), dan racun jantung (kardiotoksin). Karena itu gejala berbeda-beda tergantung jenis ular.
Gejala lokal
- Nyeri, bengkak, dan memar di sekitar gigitan yang dapat meluas.
- Kulit melepuh atau jaringan rusak pada sebagian jenis.
Gejala yang menyebar ke seluruh tubuh
- Mual, muntah, pusing, lemas.
- Perdarahan dari luka, gusi, atau hidung, atau urin yang berubah warna.
- Kelopak mata terkulai, pandangan ganda, sulit bicara atau menelan.
- Sesak napas dan kelemahan otot.
Tidak ada gejala belum berarti aman
Pada ular tertentu seperti krait (weling dan welang), gigitan dapat minim nyeri sementara efek bisa muncul belakangan. Lihat penjelasan lengkap.
Apa yang membantu dokter
- Waktu gigitan.
- Bagian tubuh yang digigit.
- Ciri atau foto ular dari jarak aman.
- Gejala yang muncul dan kapan mulainya.
Pencatat waktu tersedia di halaman pertolongan pertama.
Setelah ke IGD
Dokter akan menilai tingkat keracunan dan menentukan apakah serum anti bisa diperlukan. Korban umumnya diobservasi di rumah sakit untuk memantau reaksi dan perkembangan. Pelajari: serum anti bisa ular (SABU).
Pertanyaan umum
Apakah gigitan ular tidak berbisa perlu ke dokter?
Ya, untuk membersihkan luka dan mempertimbangkan pencegahan tetanus. Dokter juga memastikan tidak ada gigitan berbisa.
Seberapa cepat gejala muncul?
Bervariasi menurut jenis ular dan jumlah bisa yang masuk. Beberapa gejala muncul dalam hitungan menit, yang lain tertunda.
Apakah perlu menunggu gejala sebelum ke rumah sakit?
Tidak. Segera ke IGD tanpa menunggu gejala.
Rujukan
- Ciri ciri digigit ular (Halodoc)
- Yang perlu dilakukan saat dipatuk ular (Alodokter)
- Pertolongan pertama dan pengobatan gigitan ular (RRI)
Artikel ini bersifat edukasi. Untuk kondisi medis, segera hubungi tenaga kesehatan. Untuk ular di lokasi Anda, hubungi petugas berpengalaman, jangan ditangani sendiri.