Satu-satunya terapi spesifik untuk keracunan bisa ular adalah serum anti bisa (antivenom). Di Indonesia serum yang paling dikenal diproduksi oleh Bio Farma dengan nama dagang Biosave, atau umum disebut SABU (Serum Anti Bisa Ular).
Apa itu SABU
SABU dibuat dari plasma kuda yang diimunisasi dengan bisa ular. Produk ini bersifat polivalen (trivalen), artinya dirancang menetralkan bisa dari tiga jenis ular saja:
- Ular tanah (Calloselasma rhodostoma)
- Ular welang (Bungarus fasciatus)
- Kobra jawa (Naja sputatrix)
Sebuah studi ilmiah menggambarkan SABU sebagai antivenom trispesifik untuk penggunaan klinis di Indonesia di wilayah barat garis Wallace, tidak termasuk Papua.
Yang tidak dicakup SABU
Serum ini tidak dirancang untuk jenis lain seperti king kobra atau viper hijau. Menurut sumber kedokteran, Indonesia memiliki beberapa serum lain yang beredar terbatas, misalnya serum untuk king kobra, pit viper hijau (Trimeresurus), Daboia siamensis, ular laut, dan serum polivalen Australia untuk jenis di Indonesia timur. Sumber lain pernah menyebut serum king kobra belum ada di Indonesia. Ketersediaan berbeda-beda dan dapat berubah, sehingga tanyakan langsung ke rumah sakit.
Dengan kata lain: dokter yang menentukan serum apa yang tepat, berdasarkan gejala, jenis ular bila diketahui, dan ketersediaan.
Kenapa tidak dijual di apotek
SABU tidak tersedia untuk pembelian umum. Serum harus diberikan oleh tenaga medis di fasilitas kesehatan karena:
- Pemberian lewat infus atau suntikan memerlukan pemantauan.
- Dapat menimbulkan reaksi alergi atau reaksi lain sehingga perlu penanganan siap sedia.
- Penyimpanan memerlukan rantai dingin. Sediaan Biosave disimpan pada suhu dingin sekitar 4โ8ยฐC.
Kenapa korban diobservasi
Setelah serum diberikan, korban umumnya diobservasi di rumah sakit beberapa jam hingga sekitar 24 jam untuk memantau reaksi terhadap serum serta perkembangan keracunan.
Ketersediaan
Serum umumnya tersedia di rumah sakit dan jarang di puskesmas. Sebuah publikasi ilmiah menyebut SABU tidak merata tersedia di banyak wilayah, dan pemberitaan lain mengkritik terbatasnya variasi serum nasional. Ini alasan penting untuk:
- Mencari tahu rumah sakit terdekat yang menyediakan serum, sebelum keadaan darurat.
- Menyimpan nomor dan alamat IGD tersebut di ponsel.
- Segera membawa korban ke IGD, bukan menunggu rujukan berlapis.
Apa yang bisa Anda lakukan
- Hafalkan pertolongan pertama yang benar.
- Ketahui rumah sakit rujukan terdekat. Untuk tempat kerja, masukkan ke SOP darurat.
- Jangan mengandalkan ramuan: mitos gigitan ular.
Pertanyaan umum
Apakah SABU bisa untuk semua ular berbisa?
Tidak. SABU dirancang untuk tiga jenis. Dokter menentukan terapi untuk jenis lain.
Apakah bisa membeli serum sendiri untuk persiapan?
Tidak. Serum hanya digunakan oleh tenaga medis.
Apakah foto ular membantu pemilihan serum?
Bisa membantu dokter menduga jenis ular, tetapi jangan menangkap atau membunuh ular untuk dibawa.
Rujukan
- Negeri sarang ular, Indonesia krisis penawar bisa (Tirto)
- Assessing SABU, the sole Indonesian antivenom (Scientific Reports/PMC)
- Anti Bisa Ular (Alomedika)
- Formulasi Anti Bisa Ular (Alomedika)
- Pertolongan pertama dan king kobra (detikJatim)
- Obat bisa ular di apotek (Halodoc)
Artikel ini bersifat edukasi. Untuk kondisi medis, segera hubungi tenaga kesehatan. Untuk ular di lokasi Anda, hubungi petugas berpengalaman, jangan ditangani sendiri.